Manfaat TIK bagi Pendidikan – Reni Mulyani, S.Kom

MANFAAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

BAGI PENDIDIKAN

Reni Mulyani, S.Kom

tik

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. Continue reading

Posted in Teknologi Pendidikan | Leave a comment

3 korban regulasi – Astriana Rahma, S.Pd

3 KORBAN REGULASI KEBIJAKAN SISTEM PENDIDIKAN

Astriana Rahma, S.Pd

unPeristiwa kebocoran ujian nasional di tingkat sekolah beberapa waktu lalu yang menyeret nama Alif sebagai korban, memicu pro kontra di berbagai kalangan. Baik itu kalangan masyarakat maupun kalangan pemerintah. Hal ini juga mengundang rasa ingin tahu saya sebagai calon pakar ahli kurikulum untuk berpikir secara radikal mengenai kisah yang sebenarnya terjadi.

Kronologis kejaadiannya: seorang siswa  kelas VI sekolah dasar yang akan mengikuti ujian nasional, diperintahkan oleh gurunya untuk memberitahu jawaban soal-soal ujian kepada teman-temannya sebagai bentuk balas jasa terhadap guru yang selama ini mengajarnya. Pada akhirnya, kasus ini tercium masyarakat dikarenakan Alif sendiri yang bercerita kepada Ibundanya. Dampak yang terjadi adalah Alif beserta Ibunya diusir dari kampung setempat. Guru dan Kepala Sekolah dimana Alif menuntut ilmu, dinon aktifkan selama 3 tahun. Continue reading

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Perpustakaan- Aah Ahmad Syahid, S.Pd

PENTINGNYA PERPUSTAKAAN

SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH

Oleh : Aah Ahmad Syahid, S.Pd

perpustakaanSumber belajar di sekolah pada dasarnya sangat banyak jumlah dan ragamnya. Keanekaragaman sumber belajar tersebut perlu diidentifikasi, disediakan, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memudahkan terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran. Keberagaman sumber belajar akan menjadikan proses pembelajaran lebih baik serta akan terbentuk pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM) sesuai kebutuhan. Sumber belajar mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi layanan seperti layanan bimbingan, konsultasi, dan pembelajaran. Selain itu, masih banyak lagi fungsi layanan sumber belajar lain yang dapat dioptimalkan secara baik oleh siswa dalam proses pembelajaran. Continue reading

Posted in sumber & media pembelajaran | 1 Comment

Jenis – Jenis Hipotesis

Jenis-jenis hipotesis menurut Mohammad Ali :

a) Hipotesis kerja : suatu hipotesis yang dirumuskan dengan tujuan untuk membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu gejala muncul. Hipotesis kerja disebut juga hipotesis penelitian, dan biasanya tidak menggunakan analisis data statistik.
b) Hipotesis nol : hipotesis nol disebut juga hipotesis statistika. Hipotesis nol biasanya dibuat untuk menyatakan suatu kesamaan atau tidak adanya suatu perbedaan yang berarti antara dua kelompok atau lebih tentang suatu hal yang dipermasalahkan.

Jenis-jenis hipotesis menurut Murray R. Spiegel dalam Suharsimi Arikunto : Continue reading

Posted in statistika terapan | Leave a comment

Fungsi Hipotesis

Fungsi utama dari hipotesis adalah untuk memperoleh gambaran mengenai suatu populasi dari sampel. Dengan demikian, informasi yang diperoleh dari sampel digunakan untuk menyusun suatu pendugaan terhadap nilai parameter populasinya yang tidak diketahui. Suatu nilai parameter populasi diasumsikan, kemudian suatu sampel acak diambil dari populasinya dan berdasarkan informasi yang diperoleh sampel tersebut, kita membuat keputusan atau menarik suatu kesimpulan, apakah cukup bukti atau alasan untuk menolak atau menerima nilai yang diasumsikan tersebut.

Posted in Hipotesis, Pengembangan Kurikulum, statistika terapan | Leave a comment

Pengertian Hipotesis

Secara harfiah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata hupo dan thesis. Hupo berarti sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya. Sedangkan thesis berarti pernyataan atau teori. Sumber lain dengan pernyataan yang hampir sama bersumber dari Somantri Ating (2006) : Hipotesis (Hypothesis) berasal dari bahasa Yunani, yaitu Hupo yang berarti sementara dan Thesis yang bermakna pernyataan atau dugaan. Oleh karena merupakan pernyataan sementara, maka hipotesis harus diuji kebenarannya.

Berikut pandangan beberapa para ahli mengenai hipotesis :

Husaini Usman, dkk : Hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenaranya.

Suharsimi Arikunto : Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Mohammad Ali : Hipotesis adalah rumusan jawaban atau kesimpulan sementara yang harus diuji dengan data yang terkumpul melalui kegiatan penelitian.

Salah satu ciri dari penelitian pendidikan berjenis penelitian kuantitatif adalah keberadaan hipotesis. Hipotesis juga menjadi kendali bagi seorang peneliti agar arah penelitian sesuai dengan tujuan penelitiannya. (Subana, 2000: 112). Misalnya, jika suatu penelitian ingin megungkapkan korelasi variable A terhadap variable B, hipotesis menjadi pengedali bagi semua kegiatan penelitian, mulai dari pemilihan sampel, penyiapan intrumen, pengolahan data, hingga statistik agar mengarah pada pengujian hipotesis yang dikeluarkan.

Sedangkan, Suharimi Arikunto (2002:64) menjelaskan hipotesis itu adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul. Pada prinsipnya penelitian ini menyoroti dua variable yaitu, misalnya variable A dan variable B. Prinsip pengujianya menggunakan harga thitung dengan ttabel, yaitu dengan mendasarkan pada taraf signifikansi 5%. Apabila harga thitung >ttabel, maka hipotesis yang diajukan (Ha) diterima. Begitu pula sebaliknya, jika thitung

Posted in Hipotesis, Pengembangan Kurikulum, statistika terapan | Tagged , , | 1 Comment